Cerita ini seharusnya sudah tidak asing di telinga pecinta humor, tetapi tunggu dulu! Ini ada versi baru.
Suatu hari si Joni ditanyai gurunya. “Joni, satu ditambah satu sama dengan berapa?”
Joni lama berpikir, hingga gurunya berkata, “Ya sudah, nanti di rumah kau tanyakan, besok kamu kasih tahu saya.”
Di rumah, Joni pun menuruti kata gurunya dan menanyakan kepada keluarganya, pertama kepada ayahnya, yang sedang bertengkar di telepon dengan seseorang.
“yah, 1+1 berapa?”
ayahnya ternyata terlalu sibuk dengan teleponnya, sehingga tidak menghiraukan Joni, jawabnya:
“Bangsat lu! Mind your own business!”
Merasa aneh dengan jawaban ayahnya, ia bertanya kepada kakak perempuannya, seorang fans Britney Spears, yang sedang mendengarkan musik melalui walkman sambil bernyanyi.
“Kak, 1+1 berapa?”
Sama seperti ayah Joni, sang kakak tidak mendengar Joni, melainkan terus bernyanyi:
“Baby one more time!”
Wah, makin bingung lah si Joni, jawabannya kok beda, akhirnya ia memutuskan untuk bertanya kepada ibunya, yang sedang mencicipi masakan:
“Bu, 1+1 berapa?”
Sial bagi Joni, sepertinya tidak ada yang mendengarkannya hari ini, jawab ibunya:
“Hmm… sedap.”
Si Joni bingung lagi, tiga orang sudah ia tanya, kok jawabannya beda semua? IA tanyakan kepada kakak lelakinya, yang sedang ngobrol dengan temannya dari Amrik soal RAW (tahu kan maksud gw apa)
“Kak, 1+1 berapa?” Jawabnya,
“Yeah! Punched him right in the face!”
Si Joni pusing tak kepalang, ia tanyakan adiknya yang baru saja kalah bermain dengan temannya
“dik, tau ga 1+1 berapa?” Jawabnya:
“Awas ya! tunggu pembalasanku!”
Terakhir, ia tanyakan kepada adiknya yang masih balita (pasrah nih), yang sangat suka dengan batman
“dik, 1+1 berapa?” Kata adiknya:
“Batman!”
Di sekolah, Joni memutuskan untuk mengulang semua jawaban dari seluruh keluarganya:
Kata gurunya, “Bagaimana Joni? 1+1 berapa?”
Kata Joni, “Bangsat lu! Mind your own business!”
Kaget, gurunya menampar Joni. (waduh, kekerasan pada anak kecil nih, nggak boleh, nggak boleh)
Kata Joni, “Baby one more time!”
Tamparan sekali lagi. (ni guru bener-bener pengen gw hajar apa ya?)
Kata Joni, “Hmm… sedap!”
Kebingungan, gurunya menyuruh Joni menghadap kepala sekolah, katanya:
“Joni! Kau apakan gurumu!?”
“Yeah! Punched him right in the face!”
Kepala sekolah Joni bingung, lagian gurunya ibu-ibu, kok dibilangnya him sih? (maklumlah masih kelas 1, inggrisnya ngaco)
“Cukup! Joni, kamu diskors!”
Balas Joni,
“Awas ya! tunggu pembalasanku!”
”Apa!? Kamu kira aku ini siapa?”
Kata Joni lagi,
“Batman!”